Jenis-Jenis Ikan Tuna Yang Harus Diketahui

Jenis-jenis ikan tuna

Bellas-restaurant – Di Indonesia, orang sering beranggapan bahwa tuna, cakalang dan tuna adalah spesies yang sama. Faktanya, mereka berasal dari keluarga yang sama, Scombridae, tetapi ketiganya adalah ikan yang berbeda. Bentuknya sering tertipu karena hampir sama. Tetapi berat, rasa, tekstur, warna daging dan hal-hal lain dapat membuat perbedaan.

Bahkan, ada lebih dari 48 spesies tuna di dunia. Masih ada beberapa anggota klan keluarga Scombridae yang diklasifikasikan sebagai tuna. Selain itu, klan Thunnus juga memiliki beberapa spesies tuna.

Spesies tuna sangat beragam ketika ditemukan di dunia yang berbeda. Tuna itu sendiri termasuk dalam ikan cengkalang. Berikut adalah jenis-jenis ikan tuna yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ikan tuna di pasar

1. Ikan Cakalang (Skipjack Tuna)

Di Indonesia, ini juga disebut ikan cakalang. Cakalang populer dan banyak dikonsumsi adalah cakalang. Mereka hidup di semua perairan dunia, terutama di daerah tropis. Daerah yang mereka sukai berada di lapisan atas air laut, ikan ini sudah dewasa saat mencapai usia 1 tahun.

Warna tuna lebih gelap, terkadang ada juga sedikit pink / pink. Dibandingkan dengan tuna lainnya, cakalang dianggap lebih mencurigakan. Namun teksturnya lebih lembut. Ikan cakalang umumnya lebih cocok untuk tuna kaleng.

Baca: Inilah Rekomendasi Ikan Hias Tercantik Air Tawar

2.  Ikan Tuna Sirip Kuning (Yellowfin Tuna)

Tuna sirip kuning atau juga dikenal sebagai tuna sirip kuning. Ikan ini adalah ikan laut dari famili Scombridae yang hidup berkelana di samudera tropis dunia. Orang Barat menyebutnya tuna sirip kuning, yang dikenal di Indonesia sebagai ikan Madidihang. Dalam hal popularitas dan ukuran, tuna sirip kuning menempati urutan kedua. Meski besar, tuna ini bisa berenang dengan kecepatan tinggi. Bahkan di beberapa daerah, tuna sirip kuning yang berkembang sepenuhnya dapat berenang bersama lumba-lumba.

Jenis tuna ini adalah ikan terbesar ketiga setelah tuna sirip biru dan bigeye. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang terintegrasi dan panjangnya sekitar 150 cm. Sirip kuning matang cenderung sedikit cokelat / kuning. Terlihat ringan dan teksturnya keras. Jika ikan ini memiliki berat sekitar 10 hingga 15 kg, dagingnya mungkin akan lebih kering dan lebih gelap. Dagingnya lebih cocok untuk kemasan tuna.

3. Tuna Sirip Hitam (Thunnus Atlanticus)

Jenis tuna ini disebut tuna sirip biru karena bagian belakangnya berwarna hitam. Tuna hitam adalah salah satu spesies tuna terbesar ketiga di dunia.

Karena ikan ini berukuran terkecil, yaitu 1 meter, dan ketika dibudidayakan, beratnya sekitar 21 kg hanya dengan hidup dalam 5 tahun.

4. Tuna Albakora

Tuna Albakora adalah jenis ikan yang tidak merah tetapi putih, seperti juga jenis konsumsi ikan lainnya. Tuna jenis ini umumnya dijual di pasar tradisional dengan kisaran harga yang cukup tinggi.

Dalam bahasa Inggris, itu disebut tuna albacore. Ikan ini sering disebut “ayam laut” karena dagingnya berwarna putih. Rasanya juga seperti daging ayam. Orang Amerika juga mengenal ikan ini, karena dagingnya mudah didapat dalam bentuk paket yang disebut “tuna albacore”. Sedangkan orang Spanyol suka menyajikan tuna albakora dengan minyak zaitun. Mereka menyebutnya “Bonito del Norte”.

Tuna Albakora di Samudera Hindia terus menurun. Sementara populasi mereka yang tinggal di Pasifik Utara dan Selatan cenderung aman. Belum ada upaya untuk makan berlebihan. Anda bisa mendapatkannya dengan menangkap tuna di laut terbuka, melakukannya dengan cara yang berbeda, salah satunya dipancing.

5. Tuna Sirip Biru Atlantik (Northern Bluefin Tuna)

Dalam bahasa Indonesia, itu disebut tuna sirip biru Atlantik. Ikan migrasi besar ini adalah tuna yang tumbuh paling lambat. Umurnya bisa mencapai 20 tahun dan ukurannya bisa sangat besar. Tuna sirip biru Atlantik adalah ikan pelagis. Dengan kata lain, mereka hidup di permukaan sampai ke kolom air laut.

Tuna sirip biru Atlantik ini adalah ikan yang umumnya menerima makanan untuk sushi dan sashimi. Di Jepang, mereka sering ditangkap karena sashimi. Selain itu, rasa, tekstur, warna dan kandungan lemaknya cocok dengan daging. Tetapi Anda harus melangkah lebih jauh jika Anda ingin menikmati sashimi tuna. Mereka jarang, jadi nilai jualnya juga tinggi.

Alasannya, konsumsi ikan ini bisa mendapatkan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Jadi jangan heran jika tuna jenis ini cukup mahal di Jepang.

6. Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna)

Juga disebut tuna sirip biru selatan. Seperti tuna sirip biru Atlantik, ikan ini juga termasuk ikan pelagis, jeram dan besar. Mereka juga menjadi pecinta berburu tuna nyata atau tuna sirip biru.

Karakteristik spesies tuna sirip biru selatan adalah memiliki tubuh panjang seperti ujung hitam dan juga sirip tipis dan pendek, dengan seluruh tubuh ditutupi dengan sisik kecil.

Orang kaya bahkan siap membayar dengan harga tinggi, bahkan jika ikan ini adalah jenis tuna yang paling mahal di dunia, asalkan rasanya memuaskan. Selain itu, ikan ini memperhalus kriteria seleksi untuk tuna. Baik dari segi rasa, ukuran, tekstur, warna dan kekayaan lemak. Ikan-ikan ini menjadi semakin eksklusif karena mereka sulit ditangkap.

Nah, itulah artikel perdana dari Bellas-restaurant mengenai jenis-jenis ikan tuna, semoga Anda mendapatkan pencerahan dari artikel ini.

Tinggalkan Balasan