Cara Memberi Makan Anak Kucing

Bellas-restaurant – Cara memberi makan anak kucing adalah hewan yang mungil dan menggemaskan, sekaligus masih rentan terhadap penyakit. Dibtuhkan pemberian makanan yang tepat agar tumbuh kembangnya bisa pesat dan sempurna.

Namun sayang, kebanyakan orang sering kurang memperhatikan cara-cara yang tepat dalam memberi makanan untuk anak kucing. Hal ini tentu saja akan menggangu tumbuh kembangnya, bahkan banyak anak kucing yang akhirnya mati karena sakit ketika memakan makanan pertama mereka. Cek juga daftar harga kucing anggora.

Cara Memberi Makan Anak Kucing Yang Baik Dan Benar

Lantas, bagaimana cara yang tepat dalam memberi makanan untuk anak kucing? Berikut ulasannya.

1. Pilih Makanan Basah

Anak kucing yng baru lahir mungkin akan masih menyusu pada induknya, jika ia mempunyai induk. Namun jika ia telah kehilangan induknya, Anda bisa menggantinya dengan susu bayi atau susu kucing sampai 4 minggu pertamanya.

Setelah empat minggu, cobalah secara bertahap dan sedikit demi sedikit, berikan ia makanan basah. Hal ini karena kucing membutuhkan air untuk tumbuh kembangnya. Makanan nbasah juga banyak direkomendasikan oleh para dokter hewan karena teksturnya yang lebih lembut dan banyak mengandung cairan yang dibutuhkan oleh anak kucing.

Jika ingin lebih praktis lagi, Anda bisa membuat makanan basahnya sendiri, dengan mencampurkan makanan kering dengan air atau susu, sehingga anak kucing dapat mengunyah makanan tersebut dengan baik.

2. Perhatikan Nutrisinya

Hal lain yang harus diperhatikan dalam memberi makanan untuk anak kucing adalah kandungan nutrisinya. Setidaknya perhatikan kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan protein yang ada di makanan tersebut.

Karena kucing merupakan hewan karnivora, jadi kandungan protein hewani dan karbohidrat serta nutrisi lainnya harus lebih banyak. Hal ini agar kucing punya daya tahan tubuh yang kuat dalam masa pertumbuhannya.

Selain itu, walau pertumbuhan kucing di usia 4 hingga 12 bulan cenderung melambat, namun tetap saja semua kandungan nutrisi tersebut penting untuk perkembangan tulang, otot serta organ lainnya dalam tubuh kucing.

3. Lakukan Bertahap

Jadi jelas seekor anak kucing tidak bisa serta merta langsung diberikan makanan sebagaimana kucing besar lainnnya. Anda jangan pernah menyamaratakan makanan kucing hanya karena ingin praktis dan berhemat.

Makanan untuk anak kucing yang baik bertujuan agar menjaga kesehatan kucing, agar tidak terserang kutu, dan kamu tidak perlu melakukan cara menghilangkan kutu kucing dengan mudah.

Tetap lakukan tahapan-tahapan yang tepat, mulai dari pemberian susu, lalu makanan basah. Kemudian makanan basah yang dicampur dengan makanan kering sebagai proses peralihan agar pencernaan kucing tidak terganggu. Tingkatkan perbandingannya sedikit demi sedikit selama kurun waktu 5 sampai 10 hari. Langkah ini diambil agar anak kucing Anda terhindar dari masalah penyakit pencernaan yang sering timbul pada kucing, seperti muntah, diare, dan lain-lain.

Selanjutnya baru Anda bisa memberi anak kucing dengan makanan kering. Pada tahapan ini, pastikan kucing telah benar-benar siap mencerna makanannya dengan baik. Di tahapan ini juga Anda bisa menyelangnya dengan memberi makanan mentah, seperti ikan mentah atau daging mentah.

Namun, pemberian makanan mentah pada anak kucing juga Anda harus benar-benar perhatikan cara memberikannya dan juga resiko yang akan ditanggung dari makanan mentah tersebut. Pastikan untuk mengolah makanan mentahnya sendiri, agar lebih higienis dan kucing Anda tidak terkontaminasi oleh bakteri yang ada dalam makanan mentah tersebut.

Meski demikian Anda tak perlu khawatir jika anak kucing terkena penyakit. Anda bisa segera membawa kucing Anda ke klinik hewan atau memanggil dokter hewan untuk dilakukan pengobatan. Selain itu, pemberian rutin vitamin sejak dini juga dapat mencegah anak kucing terserang penyakit. Demikian tips memberi makanan untuk anak kucing, semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya. Baca juga artikel kucing di Sudut Hewan.

Kucing Liar Yang Lucu Dan Menggemaskan

Bellas-restaurant – Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang penyayang, sangat lucu dan menggemaskan. Karena itu banyak orang yang suka memelihara kucing, terutama pasangan yang belum dikaruniai momongan. Kebanyakan dari mereka suka mengadopsi kucing yang lucu rumahan atau kucing yang memang pas untuk dijadikan hewan peliharaan.

Meskipun begitu tidak ada salahnya jika Anda juga mengenal beberapa jenis kucing liar yang tidak kalah menggemaskan dibandingkan dengan kucing rumahan.

5 Jenis Kucing Liar Yang Lucu

Berikut ini adalah 5 spesies kucing liar yang lucu dan menggemaskan yang perlu Anda ketahui:

1. Kucing Andes

Namanya saja kucing Andes, sudah pasti hidupnya ada di Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Kucing ini memiliki ukuran tidak jauh berbeda dengan kucing rumahan biasa, hanya sedikit lebih besar. Dan Anda tentu akan setuju jika mereka juga terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Sayangnya, kucing ini digolongkan sebagai jenis kucing liar yang paling langka dan terancam punah. Mereka dikenal sebagai kucing liar yang sulit untuk belajar, namun mereka diyakini sebagai hewan malam. Makanan mereka adalah jenis binatang kecil seperti kelinci dan chinchilla gunung.

2. Kucing Pallas

Kucing yang satu ini adalah jenis kucing yang memiliki bentuk tubuh gemuk dan tentu saja sangat menggemaskan. Kucing ini mempunyai bulu yang tebal yang difungsikan untuk bertahan hidup di lingkungan yang dingin di pegunungan di Asia Selatan. Ukuran mereka sama saja dengan kucing rumahan. Makanan kucing ini yaitu berbagai jenis tikus dan tupai tanah. Karena bentuk tubuh mereka yang gemuk, kucing ini jadi tidak bisa berlari kencang. Tapi mereka ini adalah jenis hewan yang pintar berkamuflase. Ketika ada bahaya yang mengintai mereka biasanya bersembunyi di celah-celah batu untuk menyelamatkan diri.

3. Kucing Bakau

Kucing bakau sering disebut juga dengan kucing pemancing, karena makanan utama mereka adalah ikan. Kucing ini memiliki ukuran yang lebih besar dari kucing domestik, panjangnya hampir 80 cm. Karena pemakan ikan, kucing ini tentunya memiliki keterampilan berenang yang cukup baik, bakhkan juga bisa menyelam ke dalam air untuk menangkap bebek dari bawah. Katak, kepiting, ular, burung dan tikus adalah makanan lain yang juga disukai oleh kucing ini.

4. Kucing Caracal

Caracal mempunyai ukuran sedang dan hidup di Afrika, Asia Tengah dan Asia Barat. Kucing liar yang lucu dan menggemaskan satu ini memiliki penampilan yang mencolok yaitu telinga hitam mereka yang lancip dan memiliki bulu yang mencuat. Makanan karakal adalah jenis mamalia, reptil dan burung. Mereka juga dikenal sebagai hewan pemburu yang ambisius dan jenis hewan solter yang hanya berkumpul dengan jenisnya saat kawin.

5. Kucing Pasir

Yang terakhir yaitu kucing pasir. Dinamakan kucing pasir karena memang hidup di padang pasir di Afrika dan Timur Tengah. Kucing ini memiliki karakteristik wajah yang lebar, telinga yang besar dan memiliki ukuran yang sama dengan kucing rumahan. Mereka juga dikenal hewan yang mempunyai keingintahuan lebih. Mereka bertahan hidup dengan cara menggali lubang di tanah dan hidup di dalamnya pada siang hari. Pada malam hari mereka keluar untuk mencari makanan seperti tikus, kelinci, burung dan reptil.

Itu tadi 5 spesies kucing liar yang lucu dan menggemaskan yang pasti akan membuat Anda tidak bisa jauh-jauh dari mereka. Jangan salah, meskipun kucing liar tapi mereka juga terlihat sangat imut, lucu, dan menggemaskan. Jadi bagaimana, apakah Anda semakin menyukai kucing?

Jenis-Jenis Ikan Tuna Yang Harus Diketahui

Bellas-restaurant – Di Indonesia, orang sering beranggapan bahwa tuna, cakalang dan tuna adalah spesies yang sama. Faktanya, mereka berasal dari keluarga yang sama, Scombridae, tetapi ketiganya adalah ikan yang berbeda. Bentuknya sering tertipu karena hampir sama. Tetapi berat, rasa, tekstur, warna daging dan hal-hal lain dapat membuat perbedaan.

Bahkan, ada lebih dari 48 spesies tuna di dunia. Masih ada beberapa anggota klan keluarga Scombridae yang diklasifikasikan sebagai tuna. Selain itu, klan Thunnus juga memiliki beberapa spesies tuna.

Spesies tuna sangat beragam ketika ditemukan di dunia yang berbeda. Tuna itu sendiri termasuk dalam ikan cengkalang. Berikut adalah jenis-jenis ikan tuna yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ikan tuna di pasar

1. Ikan Cakalang (Skipjack Tuna)

Di Indonesia, ini juga disebut ikan cakalang. Cakalang populer dan banyak dikonsumsi adalah cakalang. Mereka hidup di semua perairan dunia, terutama di daerah tropis. Daerah yang mereka sukai berada di lapisan atas air laut, ikan ini sudah dewasa saat mencapai usia 1 tahun.

Warna tuna lebih gelap, terkadang ada juga sedikit pink / pink. Dibandingkan dengan tuna lainnya, cakalang dianggap lebih mencurigakan. Namun teksturnya lebih lembut. Ikan cakalang umumnya lebih cocok untuk tuna kaleng.

2.  Ikan Tuna Sirip Kuning (Yellowfin Tuna)

Tuna sirip kuning atau juga dikenal sebagai tuna sirip kuning. Ikan ini adalah ikan laut dari famili Scombridae yang hidup berkelana di samudera tropis dunia. Orang Barat menyebutnya tuna sirip kuning, yang dikenal di Indonesia sebagai ikan Madidihang. Dalam hal popularitas dan ukuran, tuna sirip kuning menempati urutan kedua. Meski besar, tuna ini bisa berenang dengan kecepatan tinggi. Bahkan di beberapa daerah, tuna sirip kuning yang berkembang sepenuhnya dapat berenang bersama lumba-lumba.

Jenis tuna ini adalah ikan terbesar ketiga setelah tuna sirip biru dan bigeye. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang terintegrasi dan panjangnya sekitar 150 cm. Sirip kuning matang cenderung sedikit cokelat / kuning. Terlihat ringan dan teksturnya keras. Jika ikan ini memiliki berat sekitar 10 hingga 15 kg, dagingnya mungkin akan lebih kering dan lebih gelap. Dagingnya lebih cocok untuk kemasan tuna.

3. Tuna Sirip Hitam (Thunnus Atlanticus)

Jenis tuna ini disebut tuna sirip biru karena bagian belakangnya berwarna hitam. Tuna hitam adalah salah satu spesies tuna terbesar ketiga di dunia.

Karena ikan ini berukuran terkecil, yaitu 1 meter, dan ketika dibudidayakan, beratnya sekitar 21 kg hanya dengan hidup dalam 5 tahun.

4. Tuna Albakora

Tuna Albakora adalah jenis ikan yang tidak merah tetapi putih, seperti juga jenis konsumsi ikan lainnya. Tuna jenis ini umumnya dijual di pasar tradisional dengan kisaran harga yang cukup tinggi.

Dalam bahasa Inggris, itu disebut tuna albacore. Ikan ini sering disebut “ayam laut” karena dagingnya berwarna putih. Rasanya juga seperti daging ayam. Orang Amerika juga mengenal ikan ini, karena dagingnya mudah didapat dalam bentuk paket yang disebut “tuna albacore”. Sedangkan orang Spanyol suka menyajikan tuna albakora dengan minyak zaitun. Mereka menyebutnya “Bonito del Norte”.

Tuna Albakora di Samudera Hindia terus menurun. Sementara populasi mereka yang tinggal di Pasifik Utara dan Selatan cenderung aman. Belum ada upaya untuk makan berlebihan. Anda bisa mendapatkannya dengan menangkap tuna di laut terbuka, melakukannya dengan cara yang berbeda, salah satunya dipancing.

5. Tuna Sirip Biru Atlantik (Northern Bluefin Tuna)

Dalam bahasa Indonesia, itu disebut tuna sirip biru Atlantik. Ikan migrasi besar ini adalah tuna yang tumbuh paling lambat. Umurnya bisa mencapai 20 tahun dan ukurannya bisa sangat besar. Tuna sirip biru Atlantik adalah ikan pelagis. Dengan kata lain, mereka hidup di permukaan sampai ke kolom air laut.

Tuna sirip biru Atlantik ini adalah ikan yang umumnya menerima makanan untuk sushi dan sashimi. Di Jepang, mereka sering ditangkap karena sashimi. Selain itu, rasa, tekstur, warna dan kandungan lemaknya cocok dengan daging. Tetapi Anda harus melangkah lebih jauh jika Anda ingin menikmati sashimi tuna. Mereka jarang, jadi nilai jualnya juga tinggi.

Alasannya, konsumsi ikan ini bisa mendapatkan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Jadi jangan heran jika tuna jenis ini cukup mahal di Jepang.

6. Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna)

Juga disebut tuna sirip biru selatan. Seperti tuna sirip biru Atlantik, ikan ini juga termasuk ikan pelagis, jeram dan besar. Mereka juga menjadi pecinta berburu tuna nyata atau tuna sirip biru.

Karakteristik spesies tuna sirip biru selatan adalah memiliki tubuh panjang seperti ujung hitam dan juga sirip tipis dan pendek, dengan seluruh tubuh ditutupi dengan sisik kecil.

Orang kaya bahkan siap membayar dengan harga tinggi, bahkan jika ikan ini adalah jenis tuna yang paling mahal di dunia, asalkan rasanya memuaskan. Selain itu, ikan ini memperhalus kriteria seleksi untuk tuna. Baik dari segi rasa, ukuran, tekstur, warna dan kekayaan lemak. Ikan-ikan ini menjadi semakin eksklusif karena mereka sulit ditangkap.

Nah, itulah artikel perdana dari Bellas-restaurant mengenai jenis-jenis ikan tuna, semoga Anda mendapatkan pencerahan dari artikel ini.